DERY AKBAR FAHREZI

Berpacu Menjadi Yang Terbaik

Tips mendisiplinkan anak sejak dini

diposting oleh dery-akbar-fahrezi-feb17 pada 16 December 2020
di - 0 komentar

Memiliki anak adalah sebuah anugerah yang dititipkan tuhan kepada kita sebagai orang tua, memiliki anak memang menjadi impian bagi sebagian besar orang karena memiliki anak dianggap sebagai pelengkap dan penyempurna dalam menjalani rumah tangga. Namun seperti yang telah disebutkan, anak adalah titipan dari tuhan sehingga sebagai orang tua kita memang memiliki tanggung jawab yang sangat besar untuk mendidik dan membesarkannya dengan baik. Mendidik anak dengan baik ditandai dengan perilaku anak yang dapat diamati misalnya anak lebih mampu mengatur kalimat dan bertutur kata baik, anak mampu mengontrol emosi sehingga tidak mengeluarkan emosi berlebihan ketika marah atau sedih, dan yang tak kalah penting juga anak menjadi disiplin. Anak yang disiplin tentunya menjadi hal yang sangat baik karena dengan disiplin anak menjadi lebih penurut dan lebih mengetahui yang salah dan yang benar sehingga senantiasa menghindari hal-hal yang salah seperti yang dilansir dari kumpulan berita jateng hari ini terbaru.

 

Mendidik anak agar disiplin memanglah tidak mudah karena kerap kali orang tua tak tega untung melarang-larang hal yang memang tidak diperbolehkan hanya karena sang anak merengek atau menangis, sehingga orang tua sering mengalah dan membiarkan anak melakukan hal yang ia mau. Namun jika terus dibiasakan anak akan merasa hal ia lakukan baik-baik saja padahal nyatanya anak melakukan hal yang tidak baik dan akan terus menerus menetap pada pola pikirnya hingga ia dewasa. Lalu hal apa saja agar kita mampu mendewasakan anak sejak dini agar terbawa hingga ia nanti dewasa? Simak tips-tips berikut ini.

 

Yang pertama adalah jalinlah komunikasi yang baik dengan anak sejak dini, di usia 2-3 tahun anak biasanya cenderung mulai dapat diajak berkomunikasi, di usia ini lah kesempatan ibu dan anak berkomunikasi dan mulai bisa bernegosiasi dengan bahasa yang ringan mengenai hal apa yang diperbolehkan dan tidak diperbolehkan. Misalnya ketika sang anak tercinta meminta untuk bermain handphone, cobalah untuk memberikannya dengan waktu tertentu seperti memberikan anak waktu 10 menit untuk bermain handphone. Mulailah dengan bahasa “boleh, 10 menit saja ya” dan jika anak merengek cobalah untuk bersikap tegas sedikit.

 

Jangan memberikan hukuman pada anak. Memberikan hukuman seperti berdiri menghadap tembok atau dikurung dengan tujuan agar sang anak mampu merenungi kesalahannya sering kali dilakukan beberapa ibu atau ayah, namun ternyata di usia yang sangat belia sang anak tak mampu menyadari kesalahan yang ia lakukan dengan hukuman seperti itu, anak hanya akan berpikir bahwa ketika ia melakukan kesalahan dan dihukum demikian ia menganggap orang tuanya sudah tak sayang dan tak ingin menemaninya setiap ia melakukan kesalahan. Cobalah mendisiplinkan anak dengan cara mengungkapkan bahwa hal yang ia telah lakukan adalah suatu kesalahan dan bantu ia memperbaikinya. Seperti ketia ia mencoret-coret benda di rumah, cobalah bantu anak untuk membereskan apa yang telah ia lakukan, sehingga sang anak paham bahwa ia salah dan ia sendirilah yang harus menyelesaikan kesalahan tersebut.

 

Selanjutnya cobalah menghargai pendapat anak. Menghargai pendapat anak bukan berarti kamu harus selalu mengiyakan apapun kemauan sang anak, tapi cobalah untuk mendengarkan hingga selesai apa yang ia mau, cobalah untuk bersikap dan bertutur kata baik jika memang pendapatnya tidak benar, cobalah untuk selalu menyertai alasan mengapa hal yang kamu larang tidak baik untuknya, dan jangan lupa untuk selalu mengucapkan terimakasih jika sang anak memberikan saran kepadamu dan mengatakan maaf jika kamu melakukan kesalahan.

Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :